Print this page

Inovasi Drum Cuci Tangan Portabel Jadi Peluang Usaha di Tengah Pandemic

 

Pekanbaru-- Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan kegiatan ekonomi masyarakat. Namun, di tengah kondisi seperti ini, ada saja peluang yang bisa dimanfaatkan agar kegiatan usaha tetap berjalan, bahkan berkembang. Bapak Wahyu, salah seorang pengusaha perabot rumah tangga, kini menjajal usaha Drum Cuci Tangan Portabel menggunakan drum bekas.

"Mulai beralih ke drum cuci tangan portabel ini karena omset usaha perabot terus menurun, macetlah. Karena pandemic ini, jadinya permintaan pasar sepi, padahal biasanya mendekati Lebaran ini, pesanan banyak". Ungkap Wahyu ketika ditemui tim bidang Inovasi dan Teknologi, Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Pekanbaru di Workshop nya pada Selasa (07/04) pagi.

Awalnya ide inovasi ini, ucap Wahyu, muncul karena adanya permintaan suplai dari PT. Chevron Pacific Indonesia yang tergabung dari penggalangan dana zakat karyawan muslim Chevron dan rencananya akan didistribusikan pada masyarakat/unit layanan publik yang membutuhkan melalui Koramil dan Polsek.

"Kami dapat permintaan dr PT. CPI melalui penggalangan dana zakat karyawan nya. Saya langsung membuat design dan berinovasi menggunakan drum bekas pakai". Tutur Wahyu.

Menurutnya, saat ini permintaan Drum cuci tangan portabel ini meningkat, selain bahan baku yang memanfaatkan drum bekas, durability drum cuci tangan portabel ini juga tahan lama. Diakuinya dari segi harga pun terjangkau dan yang paling penting inovasinya bisa membuka lapangan kerja dan dinikmati masyarakat luas.

"Saya berharap inovasi ini bisa memotivasi masyarakat, di tengah pandemic pun, ide-ide kita bisa menjadi pemasukan, dan kita bisa tetap menciptakan lapangan kerja. Lebih jauh, sayapun senang bisa mendukung gerakan PHBS dengan cuci tangan pakai sabun agar kita dan masyarakat tidak tertular covid-19". Terang Wahyu yang memiliki anggota 6 orang ini di Workshopnya.

Adapun mengenai harga, drum cuci tangan portabel ini dibanderol dengan harga 1.2-1,3 juta rupiah per item nya.

Di lain kesempatan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi menyatakan apresiasi kepada masyarakat yang berinovasi, berkreasi di tengah pandemic covid-19 ini. Pemerintah Kota Pekanbaru pun telah berjibaku untuk melakukan tindakan nyata dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Pekanbaru. BPP pun hadir dalam SK Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 sebagai tim Perencanaan, Data, Pakar dan Analisis bersama beberapa OPD lainnya. Menurutnya, ketika mengetahui ada inovasi masyarakat ini, Ia langsung menginstruksikan pada Kabid Inovasi dan Teknologi (Inotek) untuk turun lapangan dalam meninjau workshop tersebut.

"Ya, kita apresiasi. Di tengah pandemic covid-19 pun, ada masyarakat yang berinovasi membuat drum cuci tangan portabel menggunakan drum bekas. Kami langsung instruksikan pada Kabid Inotek untuk meninjau lokasi workshop dimaksud. " ucapnya.

Menurutnya, saat ini BPP tengah mendata usaha rumahan masyarakat yang terspesialisasi pada alat perlindungan diri menghadapi pandemic covid-19 ini, dan bisa menyampaikan kepada BPP Pekanbaru melalui media sosial resmi BPP yakni akun FB : balitbangda Pekanbaru dan IG : bpp_pekanbaru.

"Kepada masyarakat yang saat ini memiliki usaha rumahan seperti pembuatan masker kain, pembuatan hand sanitizer, ataupun inovasi yang terkhusus sebagai alat perlindungan diri selama pandemic ini silakan disampaikan ke kami (BPP-red). Nanti insyaAllah akan kami bantu sosialisasi dan pasarkan kepada masyarakat luas yang membutuhkan." Imbaunya.

Terakhir, menurut Kepala BPP, Hal ini sebagai upaya kita bersama bahu membahu memutus mata rantai penyebaran covid-19. Menaikkan peluang usaha baru di tengah pandemic, dan agar tidak ada monopoli harga di pasaran oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. " tutupnya.

Last modified on Tuesday, 07 April 2020 13:57
Rate this item
(0 votes)

Related items